Tips Kesehatan: Menangani Anak Penderita Asma

Saya ibu dari tiga anak yang sehat dan bugar. Alhamdulillah. Hanya saja, qodarullah mereka terlahir dengan bakat alergi yaitu asma. Dari riwayat keluarga, kebetulan memang keluarga besar suami banyak yang menderita asma. Sedangkan saya juga sewaktu kecil sering mengalami alergi pada kulit, biduran kalau istilah kami. Semacam bentol-bentol di kulit karena alergi, kalau saya karena udara dingin.

Dari dua orang tua pembawa alergi itulah mungkin bakat asma menurun pada anak-anak kami.

Di antara ketiga anak saya, yang sulung adalah yang paling sering kambuh dengan tingkat keparahan yang lumayan.

Dulu saya sempat shock saat seorang dokter spesialis anak mendiagnosa ada gejala asma pada si sulung. Apalagi waktu itu usianya baru dua tahun. Bukan sekali dua kali, tengah malam kami melarikan si sulung ke UGD untuk mendapatkan pertolongan, oksigen dan pengasapan atau nebulizer.

Bertahun-tahun menangani anak dengan asma, berikut sedikit tips yang bisa saya bagikan.

1. Asma adalah penyakit yang kambuh saat ada pemicu, yang bisa berupa makanan atau minuman tertentu, udara dingin, bulu binatang peliharaan dan lain-lain. Oleh karenanya, sebisa mungkin cegah anak terpapar alergen agar tidak kambuh asmanya. Oya, untuk mengetahui alergen pada anak, bisa dilakukan tes alergi. Beberapa klinik dan rumah sakit besar memberikan layanan tersebut.

2. Daya tahan anak harus kuat.
Di saat anak lain biasa saja jika terserang batuk pilek, maka tidak demikian dengan anak saya. Batuk pilek adalah penyakit yang harus kami waspadai. Lendir yang terbentuk di tenggorokan bisa mengganggu jalan napas dan memicu kambuhnya asma. Makanan yang bergizi, tambahan vitamin dan juga air putih yang cukup harus terjaga tiap hari agar tubuh mereka kuat terhadap serangan virus.

3. Ajari anak berenang!
Benar sekali, renang adalah kegiatan olahraga yang sangat recommended bagi penderita asma. Aktivitas renang bisa menguatkan paru-paru, memanjangkan napas dan meningkatkan kekuatan tubuh. Berenang secara teratur terbukti bisa mengurangi frekuensi kambuhnya asma.

4. Sediakan alat pertolongan pertama di rumah.
Hidup dengan empat penderita asma, yaitu tiga anak dan suami, membuat saya harus prepare beberapa alat kesehatan. Yang pertama adalah obat semprot atau spray untuk dihirup. Ada beberapa merk yang beredar di Indonesia. Pilih yang cocok sesuai dengan rekomendasi dokter.

Yang kedua adalah nebulizer, alat untuk mengasapi penderita asma dengan obat yang mengandung bahan pelonggar saluran napas.

Yang ketiga adalah tabung oksigen. Kami membeli tabung oksigen medis yang bisa diisi ulang saat habis. Kebetulan tokonya tidak terlalu jauh dari rumah.

Yang keempat adalah obat-obatan minum seperti salbutamol, obat batuk pengencer dahak, juga anti histamin. Tentunya semua harus dikonsultasikan dengan dokter terkait dosis dan aturan pakainya.

Asma, tak perlu ditakuti berlebih. Hanya perlu penanganan yang cepat dan tepat. Mempelajari dan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan di saat darurat akan sangat mengurangi kepanikan.

Tips di atas sekadar pengalaman saya sebagai ibu dalam mendampingi anak-anak penderita asma. Semoga berguna bagi pembaca.

Salam sehat.